Aku adalah rumput yang tumbuh diantara dua jalan setapak mobil lalu.
Terasing dan terkucil, terdiam dan terkapar.
Dalam panorama rerumputan hijau diseberang sana yang ketika angin mendesir mereka menari saman.
Ada bayangan langit hitam tergambar di alam mimpiku.
Bukan awan yang menutup matahari seperti dulu lagi.
Tapi kotak raksasa.
Yang seketika itu juga berupa selamanya.
Ada suara bising riuh berbisik dialam bawah sadarku.
Bukan terpaan angin yang ditiupkan bebatangan pohon.
Tapi mesin gaduh.
Yang sementara itu juga menjadi seterusnya.
Rumput yang dikata liar ini.
Hanya tinggal menunggu waktu seraya menghitung akarnya yang makin tua.
Dimana aspal jalan melapisi pemakaman.
Lalu ditaburi itu dengan debu dan pasir yang terbawa.
November, 2015


0 komentar:
Posting Komentar