Matahari dan Bulan

Matahari,
Ku laksana pelita.
Bulan,
Engkau laksana cahaya.

Kenapa kita saling melewati tanpa saling mengerti.
Arti indah semesta dengan memiliki.
Mengapa kita saling memuja tanpa saling membuka.
Rahasia dunia dengan adanya rona.

Namun lambat laun.
Bumi kan tertetegun.

Menyadari perputaran mendewasakan kita.
Mengajarkan kita untuk bijaksana.
Menjadikan siang rembulan yang riang.
Mengenadahi malam mentari yang padam.

Musim panas, musim semi, musim gugur dan musim dingin.
Itu hanyalah suasana hati.
Dari apa yang kita hadapi.

Mungkin suatu saat nanti kita dapat dipersatukan diwaktu gerhana.
Untuk memahami arti didiri kita.
Atau saling bertukar pikiran disaat aurora.
Menunjukan perasaan cinta.

Oktober, 2015



0 komentar:

Posting Komentar