Payung Pelindung

Ku mengaggumimu,
seumpama payung pelindung.

Niatmu memilih untuk menjagaku tak berlubang.
Kala cuaca tak menentu, menancap kain penutup yang mencembung itu.
Kadang aku bersedih tapi tak ada tangis tuk dibendung.
Kala hawa yang terbawa, mencengkram gagang kayu yang melengkung begitu saja.

Matahari yang berterik panas.
Kau anggap selayaknya hina yang tiada guna.
Hujan yang menderu deras.
Kau anggap sepantasnya cela yang tiada daya.

Sebab, disetiap keinginan ku.
Ada pada saat ia membuka dan menutup teduhnya.
Agar kisah ini tetap terjaga menjadi rahasia.
Hingga bisa dinikmati antara cinta berdua saja.

Walaupun aku bagian dari hujan,
Setitik air yang engkau sembunyikan menjadi embun.
Meskipun aku bagian dari mentari,
Secercah cahaya yang engkau samarkan menjelma bayangan.

Oktober, 2015



0 komentar:

Posting Komentar