Aku hanyalah orang yang terjebak dibawah,
Burung Merpati yang terbang membawa pesan akan perang.
Burung Merpati yang terbang membawa pesan akan perang.
Terlambat satu masa untuk ku.
Dari persekutuan raja baru.
Genderang perang telah tertabuh.
Pasukan musuh siap berlabuh.
Dari persekutuan raja baru.
Genderang perang telah tertabuh.
Pasukan musuh siap berlabuh.
Pedang dan Perisai ku ajak berdamai.
Menari diantara darah dan nanah.
Walaupun kaki ku tak sengaja menginjak nyawa.
Menari diantara darah dan nanah.
Walaupun kaki ku tak sengaja menginjak nyawa.
Jubahku kurentangkan seluas-luasnya.
Untuk menutupi pantat kuda ku yang gagah.
Untuk menutupi pantat kuda ku yang gagah.
Sedangkan aku bingung,
Awan tak menampakan hitam,
tetapi langit menampikan hujan, anak panah yang dibusurkan.
Awan tak menampakan hitam,
tetapi langit menampikan hujan, anak panah yang dibusurkan.
Sungguh manusia suka akan terang.
Sehingga menghantarkan matahari dengan pelontar Bola Api.
Mereka terkremasi dan abunya tertiup seiring teriakannya.
Aaaaaaaargh…
Sehingga menghantarkan matahari dengan pelontar Bola Api.
Mereka terkremasi dan abunya tertiup seiring teriakannya.
Aaaaaaaargh…
Sesaat itu juga,
Istana bukan lagi tempat yang nyaman untuk tinggal.
Istana bukan lagi tempat yang nyaman untuk tinggal.
Bila sudah begini mereka akan menikahkan putri dan pangerannya.
Menggabungkan 2 Kekaisaran.
Dengan harapan akan kedamaian.
Tak perlu lagi menyerbu dan merampas.
Merobohkan tembok atau membangun menara.
Menggabungkan 2 Kekaisaran.
Dengan harapan akan kedamaian.
Tak perlu lagi menyerbu dan merampas.
Merobohkan tembok atau membangun menara.
Karena ribuan orang telah dikorbankan,
menjadi kado pernikahan.
menjadi kado pernikahan.
November, 2015


0 komentar:
Posting Komentar