Diary di Hati

Di diary hati ini.
Penyesalan, luka dan air mata.
Berhasrat pada janji yang belum tercapai,
 mimpi yang hilang seiring kedewasaan, 
masa remaja yang mengenalkan pada keinginan yang tidak sejalan.

Curah hujan curahkan perasaan.
Rintik tetesan bernoda yang tergores, menintahkan cerita cinta dimasa lalu. Yang enggan tuk ku baca kembali.

Jam tangan pejamkan keraguan.
Ragu diantara satu waktu lah aku. 
Jarum detik yang tak bisa memutar balik, dan menit penanda yang enggan menambah angkanya.

November, 2015




0 komentar:

Posting Komentar