Telah aku temukan namamu dikamus.
Tapi tiada satu padupadanan kata yang bisa menerjemahkan sosok dirimu.
Dimulai dari huruf apa,
ketika tatapan mata yang termenung dihadapanku,
menanti seorang menyapa.
Di ucapkan dengan bagaimana,
ketika tawa kecil yang menggantung disampingku,
mengharap seorang membalas.
Aku mulai mencoba menyadari.
Mungkin bukan salah kamusku tetapi salah otak ini,
yang masih belum dapat mencerna makna yang sedang kamu sembunyikan.
Sedangkan sesuatu itu terus aku jumpakan.
Berkata kerjakan cinta, berkata sifatkan bahagia,
berkata keterangankan selamanya.
Itu tak akan cukup.
Jika berkata bendakan kita, tapi bukan aku dan kamu.
November, 2015


Sedihhhhhhhhhh :* real banget puisinya
BalasHapus