Feed
Facebook
Twitter
GPlus
Youtube
flickr
Last.fm
Instagram
Skype
Kiasan Perasaan
home
category
Romance
Motivation
Politic
About
Blog
Contact
skip to main
|
skip to sidebar
Diary di Hati
—
by
Unknown
on
0 comment
Di diary hati ini. Penyesalan, luka dan air mata. Berhasrat pada janji yang belum tercapai, mimpi yang hilang seiring kedewasaan, ...
Aku Ketika Kamu
—
by
Unknown
on
0 comment
Awan aku ketika kamu puncak gunung, mengerti keluh kesahmu dengan sayang ku rasa. Embun aku ketika kamu daun pagi. menepikan ragumu...
Makan tuh Kecewa
—
by
Unknown
on
0 comment
Tidak tahu kenapa ketika marah, aku lebih melampiaskan kegalauan pada makanan, membiarkan buas ini melahap kekesalan, mengisi perut ...
Rindu
—
by
Unknown
on
0 comment
Biola Usang
—
by
Unknown
on
0 comment
Aku sukar untuk tidak mengajaknya bertengkar. Bukan berarti air tenang Biola semakin terusik semakin garang. Ku permainkan hatiny...
Curhatan Bumi
—
by
Unknown
on
0 comment
Apa dayaku matahari. Belum seperempat dari berjuta tahun cahaya yang kamu inginkan. Aku menari seiring kehancuran. Semangatku meredup...
Kamus Kamu
—
by
Unknown
on
1 comment
Telah aku temukan namamu dikamus. Tapi tiada satu padupadanan kata yang bisa menerjemahkan sosok dirimu. Dimulai dari huruf apa, ke...
Dadu Beradu
—
by
Unknown
on
0 comment
Sepasang dadu beradu didalam gelas kaca. Tampak bening diluar jelas buram didalam. Hanya orang-orang yang menerka. Tidak ada yang ta...
Rumput Diantara Jalan
—
by
Unknown
on
0 comment
Aku adalah rumput yang tumbuh diantara dua jalan setapak mobil lalu. Terasing dan terkucil, terdiam dan terkapar. Dalam panorama rerump...
Tanggung Jawab
—
by
Unknown
on
0 comment
Boleh kah ku berkata, Kala tiada kata. Boleh kah ku bertanya, Kala tiada tanya. Boleh kah ku bertanggung, Kala tiada jawab. ...
Matahari dan Bulan
—
by
Unknown
on
0 comment
Matahari, Ku laksana pelita. Bulan, Engkau laksana cahaya. Kenapa kita saling melewati tanpa saling mengerti. Arti indah semesta ...
Perang Pedang
—
by
Unknown
on
0 comment
Aku hanyalah orang yang terjebak dibawah, Burung Merpati yang terbang membawa pesan akan perang. Terlambat satu masa untuk ku. Dari p...
Payung Pelindung
—
by
Unknown
on
0 comment
Ku mengaggumimu, seumpama payung pelindung. Niatmu memilih untuk menjagaku tak berlubang. Kala cuaca tak menentu, menancap kain penu...
Perjalanan dengan Pengharapan
—
by
Unknown
on
0 comment
Kadang aku bermimpi untuk memahami arti, Sejuk tertindih menunjuk sedih. Walau hanya dengan menabrak langit merasa, Damai hingga membuai...
Puisi Sang Arsitek
—
by
Unknown
on
0 comment
Ucapan terimakasih, Membuka cinta kasih diantara engkau dan aku. Menggambarkannya pada kanvas putih, Pensil hitam sedu nan syahdu dianta...
Langganan:
Komentar (Atom)
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Popular Posts
Paper Bird
Paper Bird Bird of angels Beautiful but fragile There are series of word which folded on your body Didn't text, didn't worry ...
Roda Sepeda
Dahulu kita, Sepasang roda sepeda. Aku roda depan yang bersedia menuntunmu. Mengarahkanmu ke tujuan, menghindarkanmu dari jalan berlub...
Perjalanan dengan Pengharapan
Kadang aku bermimpi untuk memahami arti, Sejuk tertindih menunjuk sedih. Walau hanya dengan menabrak langit merasa, Damai hingga membuai...
When i'm fallin in love with u
When i'm fallin in love with u. My 5 senses beat someone to the draw. Eyes to look, mouth to talk, ears to listen, skin to touch. ...
Tak Acuh Akan Suasana
Disaat penggila bersikap waras. Setiap mata tak melihat. Disaat pendosa mengucap benar. Setiap telinga tak mendengar. Disaat perusak be...
Rumput Diantara Jalan
Aku adalah rumput yang tumbuh diantara dua jalan setapak mobil lalu. Terasing dan terkucil, terdiam dan terkapar. Dalam panorama rerump...
Biola Usang
Aku sukar untuk tidak mengajaknya bertengkar. Bukan berarti air tenang Biola semakin terusik semakin garang. Ku permainkan hatiny...
Tanggung Jawab
Boleh kah ku berkata, Kala tiada kata. Boleh kah ku bertanya, Kala tiada tanya. Boleh kah ku bertanggung, Kala tiada jawab. ...
Payung Pelindung
Ku mengaggumimu, seumpama payung pelindung. Niatmu memilih untuk menjagaku tak berlubang. Kala cuaca tak menentu, menancap kain penu...
Curhatan Bumi
Apa dayaku matahari. Belum seperempat dari berjuta tahun cahaya yang kamu inginkan. Aku menari seiring kehancuran. Semangatku meredup...
Blog Archive
►
2019
(1)
►
Maret
(1)
▼
2015
(22)
▼
November
(15)
Diary di Hati
Aku Ketika Kamu
Makan tuh Kecewa
Rindu
Biola Usang
Curhatan Bumi
Kamus Kamu
Dadu Beradu
Rumput Diantara Jalan
Tanggung Jawab
Matahari dan Bulan
Perang Pedang
Payung Pelindung
Perjalanan dengan Pengharapan
Puisi Sang Arsitek
►
Oktober
(1)
►
September
(6)
Contact Us
Nama
Email
*
Pesan
*
Kiasan Perasaan
Diberdayakan oleh
Blogger
.
Tulisan
Puisi
Kajian
Galeri
Tentang
Kontak